masukkan script iklan disini
JAKARTA ,MitraPolri— Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2026 menjadi momentum untuk kembali menghayati kedudukan Pancasila sebagai dasar negara sekaligus nilai pemersatu bangsa Indonesia yang memiliki keberagaman suku, agama, budaya, bahasa dan daerah.
Dalam peringatan tahun ini, tema yang disampaikan dalam bahan peringatan yang diterima redaksi adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Tema tersebut disebut dirilis melalui surat edaran Kementerian Kebudayaan bernomor B/668/MK/TU.02.03/2026.
Ketua Umum DPP Generasi Negarawan Indonesia (GNI) sekaligus Ketua Yayasan, Rules Gajah, menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026.
“Pancasila bukan sekadar rangkaian lima sila yang dihafalkan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Persatuan, keadilan, kemanusiaan, musyawarah dan semangat gotong royong harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” demikian pesan peringatan yang disampaikan Rules Gajah.
Menurutnya, momentum 1 Oktober seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Peringatan tersebut perlu menjadi kesempatan untuk memperkuat kesadaran generasi muda mengenai sejarah bangsa serta tanggung jawab menjaga persatuan Indonesia.
Catatan Sejarah 1 Oktober
Hari Kesaktian Pancasila memiliki keterkaitan dengan rangkaian peristiwa politik dan keamanan nasional pada akhir September hingga awal Oktober 1965. Pemerintah kemudian menetapkan 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila melalui Keputusan Presiden Nomor 153 Tahun 1967, dan tanggal tersebut diperingati secara nasional.
Dalam sejarah resmi yang digunakan pemerintah, peringatan tersebut berkaitan dengan peristiwa penculikan dan pembunuhan sejumlah perwira Angkatan Darat pada 1965. Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya kemudian menjadi salah satu lokasi utama dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila.
Peringatan ini juga berkembang menjadi momentum untuk menegaskan kembali komitmen terhadap Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam berbagai upacara resmi, rangkaiannya antara lain mencakup pembacaan Pancasila, Pembukaan UUD 1945, ikrar, mengheningkan cipta dan doa.
EDITORIAL SEJARAH
1 Oktober: Mengingat Sejarah, Merawat Persatuan
Sejarah tidak semestinya hanya ditempatkan sebagai catatan masa lalu. Sejarah harus menjadi ruang pembelajaran agar generasi berikutnya memahami bagaimana sebuah bangsa menghadapi konflik, perbedaan kepentingan dan berbagai ujian terhadap kehidupan bernegara.
Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober merupakan salah satu momentum nasional untuk mengingat kembali perjalanan bangsa pada masa yang penuh pergolakan politik pada 1965.
Namun, memperingati sejarah juga membutuhkan sikap yang bertanggung jawab. Generasi sekarang perlu memahami peristiwa masa lalu berdasarkan sumber sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan, membedakan antara fakta, interpretasi dan narasi politik yang berkembang dari waktu ke waktu.
Di sisi lain, nilai yang hendak ditekankan dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila adalah bagaimana Pancasila tetap menjadi dasar kehidupan berbangsa. Pemerintah sendiri dalam berbagai peringatan resmi menempatkan Pancasila sebagai dasar untuk memperkuat kebersamaan dan keutuhan NKRI.
Karena itu, tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” dapat dimaknai sebagai ajakan untuk menerjemahkan nilai Pancasila ke dalam tindakan nyata.
Persatuan berarti menghargai perbedaan.
Keadilan berarti memastikan hak masyarakat dihormati.
Kemanusiaan berarti menempatkan martabat manusia sebagai bagian penting dalam kehidupan bernegara.
Musyawarah berarti menyelesaikan persoalan melalui proses yang demokratis.
Sedangkan semangat gotong royong mengingatkan bahwa pembangunan Indonesia bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
Bagi generasi muda, pelajaran terpenting dari peringatan 1 Oktober bukan sekadar mengingat tanggal dan nama-nama tokoh sejarah. Lebih jauh, momentum ini menjadi kesempatan untuk memahami pentingnya menjaga persatuan, menghormati konstitusi, menolak kekerasan sebagai jalan penyelesaian persoalan, serta membangun kehidupan demokratis berdasarkan hukum.
Pancasila Harus Hidup dalam Kehidupan Sehari-hari
Pancasila akan kehilangan makna apabila hanya hadir dalam teks upacara dan spanduk peringatan. Nilai-nilainya justru diuji dalam kehidupan sehari-hari: ketika masyarakat menghadapi perbedaan pendapat, ketika pemerintah memberikan pelayanan publik, ketika hukum ditegakkan, maupun ketika warga menggunakan kebebasan berpendapat.
Oleh karena itu, peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 dapat menjadi momentum refleksi bersama.
Bukan hanya tentang bagaimana bangsa Indonesia melihat masa lalu, tetapi juga bagaimana sejarah tersebut dijadikan pelajaran untuk membangun masa depan.
Rules Gajah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Pancasila sebagai nilai yang terus diamalkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Selamat memperingati Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2026. Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.









Tidak ada komentar:
Posting Komentar