• Jelajahi

    Copyright © MITRA POLRI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    GNI

    Iklan


     

    Mesin meledak,nyawa melayangPT.POKPHAN KIM(KAWASAN INDUSTRI MEDAN)diduga lalai,UU NO.474 menjadi uji penegakan hukum

    Senin, 22 Juni 2026, Juni 22, 2026 WIB Last Updated 2026-06-22T17:32:54Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Mesin meledak,nyawa melayang
    PT.POKPHAN KIM(KAWASAN INDUSTRI MEDAN)diduga lalai,UU NO.474 menjadi uji penegakan hukum

    Medan,Tepat pukul 05.00 wib kawasan industri medan mencekam Tgl.12 Juni 2026.Masyarakat dan beberapa pekerja mendengar suara ledakan, berasal dari sebuah perusahaan yang di pimpin oleh PMA(pemodal asing) asal thailand, PT.POKPHAN.

    Mulai terjadi kepanikan di lingkungan perusahaan,dikarenakan salah seorang pekerja perusahaaan tersebut terkena imbasnya,nyawanya tidak tertolong tertimpa bahan yang keluar dari mesin silo.
    Grup whatsapp mulai di banjiri foto dan video situasi tersebut,mulailah bermunculan spekulasi di dasarkan pada mesin silo yang sudah masuk usia peremajaan dan sudah harus di ganti dengan mesin yang baru tapi masih juga difungsikan,siapa yang lalai dalam hal ini.

    Merujuk atas kejadian tersebut, sat reskrim polres pelabuhan belawan memulai penyidikannya,nyawa melayang undang undang no.474 kini mulai menunjukkan fungsinya,karena dalam penyelidikan tersebut ditemukan tindak pidana,dan pasti ada tersangka nya,semoga tidak korban yang dijadikan tersangka.
    Mendengar hal ini,awak media Mitra Polri, Forwaka Medan dan media yang lain menuju perusahaan jagung tersebut melakukan penelusuran terkait berita ini,sesampainya di lokasi,terlihat beberapa pria menenteng kamera dengan memakai rompi yang bertuliskan LABFOR,tapi tidak mengenakan seragam lain, dugaan itu polri,
    Tidak berlangsung lama,beberapa pria dengan rompi bertuliskan LABFOR tersebut masuk ke dalam mobil Hiace yang bertuliskan mobil perusahaan,

    Awak media heran,kenapa pria dengan rompi LABFOR tidak memakai kendaraan dinas Forensik,malah masuk ke dalam mobil yang bertuliskan PT.POKPHAN,timbul lagi dugaan terhadap ketidakprofesionalan dalam melakukan penyelidikan. 
    awak media juga masih tertahan di bagian sekuriti (keamanan) pabrik,
    Dalam kesempatan itu awak media berusaha untuk kiranya dapat dipertemukan dengan manajemen perusahaan,hampir kecewa,awak media akhirnya dipanggil danru sekuriti tersebut dan memberikan nomor pihak manajemen yang bisa menjawab pertanyaan awak media. 
    Dalam komunikasi awak media terhadap nomor HP yang diberikan sekuriti,disepakati untuk diberitahukan hari selasa kapan awak media bisa datang untuk bertemu dengan pihak manajemen.
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini

    NamaLabel

    +