masukkan script iklan disini
RSUD Milik Negara pakai Ormas PEMUDA PANCASILA (PP) mengintimidasi wartawan, Dirut Hendri Yanto Cuci Tangan: Silakan Tanya Ormasnya
Serdang Bedagai - Usai pemberitaan Dugaan penggelapan dana jasa medis di RSUD Sultan Sulaiman, Jalan Negara KM 58 Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai ini tayang, tim wartawan kembali mendatangi RSUD Sultan Sulaiman dan berhasil bertemu langsung dengan Direktur RSUD, dr. Hendri Yanto.
Saat ditanya terkait keberadaan dan kehadiran oknum ormas saat tim melakukan konfirmasi sebelumnya, Dirut justru berkelit.
"Saya tidak tahu dan tidak mau tahu soal itu. Silakan tanya langsung ke oknum ormasnya," kata Hendri Yanto singkat.
Pernyataan Dirut ini dinilai melempar tanggung jawab. Padahal RSUD sebagai institusi milik pemerintah sudah difasilitasi petugas security resmi oleh negara. Kehadiran massa ormas di lingkungan RS justru mencoreng citra dan menimbulkan rasa tidak aman bagi pasien, dokter, dan insan pers.
Pasal 18 UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers, Menghalangi kerja jurnalistik ancaman 2 tahun penjara dan denda Rp500 juta
Kepada Polres Sergai diminta, Usut tuntas dugaan penggelapan. Sekaligus usut siapa dalang di balik penghadangan dan intimidasi terhadap wartawan.
Terpisah, Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengatakan akan menindaklanjuti laporan tim wartawan.
Pimpinan Redaksi Boaboa.id / BBTV, Marolop Sihotang, menyatakan akan melayangkan surat resmi ke:
Dinas Kesehatan Provinsi Sumut, Bupati Serdang Bedagai, Kapolres Serdang Bedagai, Gubernur Sumatera Utara, BKD Sumut, PB IDI, Komisi Informasi Sumut, dan Ombudsman RI Perwakilan Sumut agar kasus ini diawasi dan ditindak.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar