• Jelajahi

    Copyright © MITRA POLRI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Ads

    Selamat Datang di Media Online Mitra Polri : Profesional, Objektif & Aktual

    Forwaka Medan Soroti Adanya Diskriminasi Anggota Paskibraka Kota Binjai, dr. Handoko Pramoto: Murni Didasari Alasan Kesehatan dan Bukan Dikeluarkan

    Senin, 10 Agustus 2026, Agustus 10, 2026 WIB Last Updated 2026-08-10T11:00:57Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Forwaka Medan Soroti Adanya Diskriminasi Anggota Paskibraka Kota Binjai, dr. Handoko Pramoto: Murni Didasari Alasan Kesehatan dan Bukan Dikeluarkan

    Medan - Harapan seorang pelajar SMA PABA kota Binjai bernama Revan (17) untuk menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Binjai pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dikabarkan kandas.

    Peristiwa itu bermula ketika Revan mengikuti latihan rutin bersama anggota Paskibraka lainnya di Lapangan Merdeka Binjai, Selasa (4/8/2026). Sekitar 30 menit setelah latihan dimulai, ia tiba-tiba merasa pusing dan jatuh saat memasuki waktu istirahat.

    Forum Wartawan Kejaksaan Medan (Forwaka) menyoroti persoalan anggota Paskibraka asal Binjai, Revan yang gagal mengikuti Diklat Paskibraka. Usai dinyatakan sakit yang tidak bisa dilanjutkan. 

    Merespons hal ini, Ketua Forwaka Medan, Irwansyah Ginting mengaku prihatin lantaran pihaknya selama ini telah konsisten merealisasikan amanah PP Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pembinaan Ideologi Pancasila kepada Generasi Muda melalui Program Paskibraka.

    "Kami prihatin atas kondisi yang dialami adik Revan, sebagaimana anak bangsa lainnya tentu sangat berharap untuk dapat mewakili provinsinya menjadi Paskibraka tingkat nasional," ujar Irwansyah Ginting kepada Sinarpos.com Sabtu (8/8/2026)

    Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Binjai, Drs. Ruslianto, M.Pd., menegaskan pergantian asal SMA PABA kota Binjai, Revan dari keanggotaan Paskibraka Kota Binjai murni didasari alasan kesehatan, bukan dugaan diskriminasi atau pelanggaran prosedur yang beredar di media sosial.

    Penggantian telah dilakukan sesuai ketentuan, yaitu mengambil peserta peringkat ke-33, mengingat kuota utama hanya hingga peringkat ke-32.

    "Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan tim pelatih sekaligus tim medis di lapangan yang menyatakan yang bersangkutan tidak memungkinkan melanjutkan latihan karena masalah kesehatan. Pergantian ini sesuai prosedur dan kesepakatan tim Paskibra, bukan keputusan saya sendiri," ujar Ruslianto.

    Hal senada juga dikatakan tim medis Paskibra Kota Binjai, dr. Handoko Pramoto. yang juga selaku Kepala Puskesmas Jati Makmur kota Binjai mengungkapkan bahwa: 

    * Tanggal 3 Agustus 2026 pada jam 09.00 wib pagi, calon anggota paskibraka diadakan parade oleh para pelatih beliau (Revan-red) sudah mulai pusing dan muntah-muntah dibeberapa menit. Kemudian kita melakukan observasi dan berikan obat serta kita beri istirahat lebih lama.

    * Tanggal 4 Agustus 2026 terjadi hal yang sama selesai dibariskan, tiba-tiba calon anggota paskibraka ini pusing dan muntah-muntah kembali dan sesak nafas, makanya kita langsung berikan oksigen. Setelah itu kita panggil ambulance untuk melakukan observasi selama 15 menit dan langsung kita bawa ke RSUD Djoelham kota Binjai serta langsung kita serahkan kepada dokter dan dirawat inap dari tanggal 4–7 Agustus 2026.

    "Setelah mengetahui yang bersangkutan harus diopname tiga hari, tim medis bersama pelatih sepakat Revan tidak dapat melanjutkan pembinaan," jelas dr. Handoko, Jumat (7/8/2026).

    dr Handoko Pramoto mengatakan "kalau kita lanjutkan akan sangsi dan penuh resiko diluar hal-hal yang kita pikirkan,"sebutnya.

    "Beliau (Revan-red) tidak ada katakan kalau ada riyawat sakit,"kata dr. Handoko

    Terpisah, Ketua Pelatih Paskibra Kota Binjai, Daniel Saragih, membenarkan hal tersebut. Formasi untuk upacara 17 Agustus harus segera disiapkan secara utuh, sehingga melalui diskusi tim diputuskan mencari pengganti sesuai urutan peringkat.

    "Kami khawatir jika dipaksakan, kondisinya bisa kambuh lagi. Segala keputusan telah diambil bersama dan mengikuti prosedur yang berlaku," pungkas Daniel

    (ard)
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini

    NamaLabel

    +