• Jelajahi

    Copyright © MITRA POLRI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Selamat Datang di Media Online Mitra Polri : Profesional, Objektif & Aktual

    Jalan Negara dipakai Seenaknya Oleh Beberapa Sekolah dan Mengangkangi Kepentingan Orang Banyak demi Setoran Parkiran,Masyarakat dorong Kadishub dan Kasat lantas harus diperiksa Kpk dan Kejatisu

    Kamis, 22 Oktober 2026, Oktober 22, 2026 WIB Last Updated 2026-10-22T14:51:44Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    MEDAN,MitraPolri- Dampak viralnya pemberitaan dugaan parkir liar di depan Sekolah MAN 1 Pancing, Jalan William Iskandar, ternyata membuka kotak pandora keluhan serupa dari warga di lokasi lain di Kota Medan.
    Di kolom komentar media sosial Boaboa.id, ratusan netizen membanjiri dukungan dan meminta agar tim media juga meliput lokasi parkir liar lainnya yang polanya sama: di depan sekolah.

    Menindaklanjuti laporan warga tersebut, Tim Wartawan langsung melakukan investigasi ke salah satu lokasi yang paling banyak disebut netizen, yakni Jalan Thamrin, tepatnya di depan Sekolah Sutomo hingga ke depan Sekolah Methodist.

    Hasilnya, fakta di lapangan jauh lebih mengejutkan dan memprihatinkan.

    SETENGAH BADAN JALAN THAMRIN DIKUASAI PARKIR

    Tim mendapati hampir setengah badan Jalan Thamrin sepanjang kurang lebih 150 meter lumpuh total. Di sepanjang jalan, dari depan Sekolah Sutomo hingga depan Sekolah Methodist, dipenuhi kendaraan mobil yang parkir berlapis dan diduga kuat merupakan kendaraan pihak sekolah maupun kendaraan orang tua yang menjemput anak sekolah.

    Belum lagi di depan Sekolah SMP Methodist yang berada tepat di seberang Sekolah Sutomo, kemacetan semakin parah. Beberapa kendaraan dengan seenaknya berhenti tepat di lajur kanan jalan yang seharusnya menjadi lajur cepat, bukan tempat parkir. Akibatnya, kendaraan lain yang melintas harus mengalah dan terjebak macet panjang, hingga teriakan klakson bersahutan memecah Jalan Thamrin.

    Situasi ini terjadi setiap hari, terutama pada jam pulang sekolah dan jam pulang aktivitas kerja masyarakat.

    FAKTA MENGEJUTKAN: PLANG LAJUR SEKOLAH DIPASANG SATLANTAS?

    Fakta paling mengejutkan ditemukan tim di lapangan. Di lokasi tersebut terpasang plang tanda lajur sekolah dan pembatas jalan menggunakan tali.

    Saat dikonfirmasi, seorang petugas parkir resmi di lokasi yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan informasi yang membuat publik terkejut. Menurutnya, plang tanda lajur sekolah dan pembatas jalan tersebut dipasang oleh Satlantas Polrestabes Medan.

    "Kalau plang itu dipasang sama Satlantas, Bang," ujar petugas tersebut kepada wartawan.

    Padahal, lokasi ini sudah lama menjadi sumber keluhan warga sebagai penyebab kemacetan panjang dan parah di inti Kota Medan.

    Pertanyaan kritis pun muncul: Bagaimana mungkin aparat penegak hukum lalu lintas yang seharusnya menertibkan kemacetan, justru memfasilitasi parkir yang menjadi biang kemacetan itu sendiri? Apakah parkir liar di depan sekolah elit ini sudah dilegalkan?

    PETUGAS PARKIR RESMI JADI KAMBING HITAM

    Lebih miris lagi, saat ditanya terkait pengelolaan parkir di lokasi tersebut, petugas parkir resmi tersebut mengaku tidak mengetahui menahu dan tidak pernah dilibatkan.

    "Untuk lokasi parkir di Sutomo dan Methodist ini sudah ada Korlap atau koordinator lapangan sendiri, Bang. Kami petugas resmi malah sering jadi imbas protes warga yang melintas, padahal bukan kami yang kelola," keluhnya.

    Artinya, ada dugaan pengelolaan parkir liar yang terorganisir dengan Korlap sendiri di luar retribusi resmi Pemko Medan, yang keberadaannya justru meresahkan warga dan merugikan petugas parkir resmi.

    POLA YANG SAMA BERULANG

    Temuan di Jalan Thamrin ini membuktikan bahwa persoalan parkir liar di depan sekolah di Kota Medan bukan kasus tunggal di MAN 1 Pancing saja. Polanya sama: mengorbankan kepentingan umum demi kepentingan segelintir pihak, dan dibiarkan oleh aparat.

    Jalan William Iskandar dan Jalan Thamrin adalah dua bukti nyata bahwa jalan negara telah berubah fungsi menjadi garasi pribadi dan lahan parkir eksklusif.

    Kini bola panas ada di tangan Kasat Lantas Polrestabes Medan dan Dishub Kota Medan.

    Publik menunggu jawaban tegas: Benarkah Satlantas yang memasang plang lajur parkir yang memicu macet tersebut? Jika benar, atas dasar aturan apa jalan arteri utama boleh dijadikan kantong parkir sekolah? Dan jika ada Korlap liar yang mengelola, mengapa dibiarkan?

    Jangan sampai muncul persepsi di masyarakat bahwa hukum tumpul untuk sekolah elit, tapi tajam untuk pedagang kecil dan warga biasa.

    Hingga berita ini diterbitkan, Redaksi Boaboa.id masih berupaya melakukan konfirmasi resmi kepada Kasat Lantas Polrestabes Medan terkait kebenaran pemasangan plang lajur tersebut.
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini