masukkan script iklan disini
Aliansi Mahasiswa Peduli Masyarakat Sumatera Utara (AMPM-SU) kembali gelar aksi unjuk rasa jilid 4 di depan Mapolda Sumatera Utara pada hari kamis 5 Maret 2026.
Sekelompok Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Mahasiswa Peduli Masyarakat Sumatera Utara (AMPM-SU) mendesak kepada Kapolda Sumatera Utara untuk tidak tinggal diam dan tutup mata, sejumlah masa membawa spanduk dan poster bertuliskan tutup dan segel segera tempat hiburan malam Starhigh di kab.Labura, Diduga dibekingi Kapolsek Kuala hulu,
Ampm-su mendesak Kapolsek Kuala hulu yang diduga jadi bekingan THM agar di copot dan dimutasi.
Welvindra gultom selaku kordinator aksi mengatakan bahwa "kami sangat kecewa terhadap instansi kepolisian saat ini di karenakan tidak ada nya kejelasan terhadap Tempat Hiburan Malam (THM) Starhigh yang berada di kab. Labura yang di duga menjadi tempat peredaran narkoba, aksi jilid 4 yang kami lakukan hari ini adalah bukti bahwasanya kami Peduli terhadap apa yang terjadi terhadap kabupaten kami di Labura akan tetapi tidak ada juga kepastian dari pihak kepolisian untuk menutup dan menyegel tempat hiburan malam tersebut"
Beliau juga mengatakan "penegakan hukum yang adil dan tegas sangat di butuhkan untuk memutus rantai peredaran narkoba serta mengembalikan rasa aman di tengah masyarakat, aspek lain yang menjadi perhatian akademis adalah bukti lemahnya penegakan hukum di wilayah lokal".
Bayu Setyawan selaku kordinator lapangan juga mengatakan "kami juga kecewa terhadap tindakan kepolisian khusus nya terhadap kami para mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa di depan Kapolda Sumatera Utara kami mendapatkan respon yang sangat anarkis ataupun represif di karenakan adanya aksi fisik yang di lakukan terhadap kami padahal sudah jelas tercantum dalam *perkapolri no 9 tahun 2008* yang menekankan perlindungan hak asasi manusia dan pendekatan humanis sehingga kami melakukan penutupan separuh jalan di karenakan tidak ada jawaban pasti dari kepolisian untuk menindak lanjuti kasus ini"
Aksi jilid 4 Aliansi Mahasiswa Peduli Masyarakat Sumatera Utara (AMPM-SU) sama sekali tidak mendapatkan jawaban pasti dari pihak kepolisian daerah Sumatra Utara sehingga membuat para demonstran kecewa mereka melakukan statement dan akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memastikan bahwasanya kasus ini sampai selesai.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar