• Jelajahi

    Copyright © MITRA POLRI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    GNI

    Iklan


     

    Kebebasan pers kembali mendapat ancaman serius" Dari Sejumah Oknum Aparat

    Kamis, 14 Mei 2026, Mei 14, 2026 WIB Last Updated 2026-05-15T07:10:57Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Kebebasan pers kembali mendapat ancaman serius" Dari Sejumah Oknum Aparat

    Medan -Salah satu pimpinan media online, berinisial SP diduga menjadi korban penculikan oleh Anggota TNI AD setelah menayangkan pemberitaan terkait dugaan praktik kondesat dan meja tembak ikan di Kabupaten Langkat.
    Kepada wartawan, SP mengungkapkan bahwa dirinya awalnya dihubungi oknum wartawan FK yang meminta bertemu untuk membahas adanya dugaan peredaran narkoba di daerah binjai.

    “Saya ditelepon oleh seseorang untuk diajak bertemu di salah satu kafe di Kota Medan. Setelah saya datang ke lokasi yang disepakati, tiba-tiba saya didatangi dua pria tak dikenal dan diminta masuk ke dalam mobil dengan alasan memberikan klarifikasi,” ujar SP, Selasa (12/5/2026) malam.

    Situasi berubah mencekam ketika SP melihat sosok pria berbaju loreng mirip seragam TNI yang diduga ikut menekan dirinya. Dalam kondisi ketakutan dan penuh intimidasi, SP mengaku tidak bisa berbuat banyak selain mengikuti permintaan mereka.

    “Saya ditekan untuk membuat video klarifikasi bahwa berita yang saya tayangkan tidak benar,” tegasnya.

    Tidak hanya itu, SP juga mengaku sempat mendapat pesan agar tidak menceritakan kejadian tersebut kepada rekan wartawan lainnya.

    “Mereka bilang, kalau ada wartawan lain bertanya, bilang saja ada acara ulang tahun atau surprise,” ungkap SP menirukan ucapan yang diduga disampaikan oknum aparat tersebut.

    Peristiwa ini memicu kekhawatiran terhadap keselamatan jurnalis dan kebebasan pers di Sumatera Utara. Dugaan intimidasi hingga penculikan terhadap wartawan dinilai sebagai bentuk pembungkaman terhadap kerja jurnalistik yang dilindungi undang-undang.

    Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan keterlibatan oknum aparat dalam peristiwa tersebut.

    Pangdam l/BB Mayjen TNI Hendy Antariksa dan Pasi Intel TNI AD, perwira, Langkat Sumatera Utara, belum memberikan keterangan resmi setelah dilayangkan konfirmasi via telepon seluler maupun pesan WhatsApp.
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini

    NamaLabel

    +